Jurusan Tarbiyah
Universitas Muhammadiyah Malang
Jurusan Tarbiyah
Universitas Muhammadiyah Malang

Riwayat Laboratorium Tarbiyah

Riwayat Laboratorium Tarbiyah


Laboratorium Tarbiyah merupakan sarana penunjang di Fakultas Agama Islam yang baru berdiri secara resmi pada akhir tahun 2005. hal ini merujuk pada SK Rektor Nomor tentang pengangkatan kepala laboratorium. Walaupun demikian, cikal bakal laboratorium secara de facto telah ada lama sebelum pengakuan resmi universitas hadir. Karenanya, sekadar untuk memudahkan deskripsi, alur sejarah laboratorium ini dapat diuraikan dalam beberapa fase berikut ini:

1. Fase Embrional


Kebutuhan akan adanya tempat praktikum bagi mahasiswa Tarbiyah terutama dalam meningkatkan keterampilan dasar mengajar mendesak jurusan untuk menggunakan kelas konvensional sebagai wahana micro teaching (amaliyat al-tadris). Hal ini berjalan lama, hingga Jurusan Tarbiyah mendapat hibah dari Departemen Agama RI berupa Ruang Micro Teaching beserta peralatannya pada tahun 1998, tepatnya pada saat kepala Jurusan Tarbiyah dijabat oleh Drs. M. Nurul Humaidi dan Dekan Fakultas Agama Islam oleh Drs. M. Nurhakim, M.Ag. Ruang Micro Teaching ini difasilitasi oleh Universitas di Gedung Peternakan lantai I mengahadap ke kolam (saat ini menjadi Warnet UMM bersebelahan dengan ruang baca mahasiswa).


Sejak saat itulah, mata kuliah-mata kuliah yang bersifat kependidikan dapat diperkuat dengan praktikum di ruang ini. Walaupun praktikum telah berjalan namun semua kegiatannya masih included di dalam proses belajar mengajar mata kuliah tersebut. Sehingga sifat pembelajaran berpraktikum itu “tidak dapat dikontrol” (tidak ada modul, tidak ada asistensi, juga tidak ada laboran). Sepenuhnya tergantung pada dosen pengampu mata kuliah. Selain itu, ruang micro ini juga tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh dosen-mahasiswa Tarbiyah karena letak ruang yang jauh dari pusat belajar dan perkantoran Fakultas Agama Islam (saat itu di GKB I lantai 4 dan ruang perkuliahannya di lantai 5).

 

2. Fase Pembangunan


Hingga pada akhir 2003, Dekan FAI saat itu, Drs. M. Nurhakim, M.Ag menunjuk Saiful Amien, S.Ag untuk memenej Micro Teaching ini. Pada saat itulah mulai dirumuskan pemikiran tentang perlunya laboratorium pembelajaran di Tarbiyah. Draft awal untuk itu disiapkan dan digodok oleh tim kecil hingga terwujudnya Laboratorium Pembelajaran dan Pengkajian Pendidikan Islam (Lab. P3I).


Selain terumuskannya profil Laboratorium, pada bulan Januari tahun 2004 juga digodok muatan mata kuliah berpraktikum dalam suatu lokakarya. Hasilnya berupa 4 mata kuliah berpraktikum yaitu Keterampilan Dasar Mengajar, Metodologi PAI, Teknologi Pendidikan, dan Komunikasi Dakwah, walaupun kegiatan praktikumnya masih seperti dulu, yakni silabi, modul dan sistemnya amat bergantung kepada dosen pengampu matakuliah.

Pada tahun 2005, Universitas melakukan pemetaan ulang pusat belajar dan perkantoran selain untuk persiapan fisik menjelang Muktamar Muhammadiyah ke-45 di kampus ini. FAI mendapat lokasi baru di Gedung Kuliah Bersama (GKB) III lantai 5. Dan sejak saat itulah laboratorium P3I memiliki ruang baru di gedung tersebut. Selang beberapa saat kemudian, tepatnya pada akhir 2005, turun SK Rektor tentang pengangkatan Saiful Amien, S.Ag sebagai Kepala Laboratorium Tarbiyah. Ini merupakan suatu pertanda diakuinya laboratorium ini oleh Universitas, sekaligus merubah namanya dari Lab. P3I menjadi Laboratorium Tarbiyah. “Lab. Tarbiyah, saya kira lebih singkat, populer, dan mudah diucapkan. Namanya saja yang berubah tetapi ruh pengembangannya tetap diarahkan pada apa yang ditetapkan di dalam profile Lab. P3I dulu” kata Dekan FAI, Drs. Khozin, M.Si saat itu.


Pada satu tahun pertama, pasca peresmiannya, laboratorium ini lebih banyak melakukan penataan internal baik secara fisik (hardware) maupun non-fisik (software). Secara fisik diarahkan pada perbaikan dan pengembangan fasilitas micro teaching, dan yang telah terwujud hingga saat ini ialah adanya fasilitas multimedia dan majalah dinding sebagai wahana komunikasi intelektual insan tarbiyah sekaligus untuk meramaikan academic atmosphire di Jurusan Tarbiyah. Sedangkan penataan non-fisik lebih diarahkan pada basis pengembangan praktikum mahasiswa, seperti penguatan materi praktikum melalui semi lokakarya (April 2006) menjadi 13 mata kuliah; penggodokan arah dan pengembangan laboratorium; dan penggodokan draft panduan Praktik pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa tarbiyah.

<< Back    Next >>

Shared: